Langsung ke konten utama

Al-Goffar



A. AL-GAFFAR ( الغفار )

1. Pengertian al-Gaffar

Kata al-goffar jika diambil dari kata gofaro maka akan berarti "menutup" , yang bermakna allah swt dengan kasih sayangnya ia menutupi kesalahan-kesalahan hambanya didunia. Hal ini di antaranya terdapat dalam al Quran :
رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّا رُ
Artinya;  (yaitu) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya , yang maha perkasa lagi maha pengampun (QS . Shod ayat 66)

Sementara jika kata al-goffar diambil dari kata Al-gofaru maka akan berarti tumbuhan yang mengobati luka dan memiliki makna allah menganugerahkan rasa penyesalan atas kesalahan yang dilakukan seorang hamba dan dengan penyesalan itu ia bertaubat dan memohon ampun kepada allah, dan allah pun mengampuninya, seperti di dalam firman Allah Swt:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ غَفَّا رًا ۙ
Artinya; Maka aku berkataberkata,  mohonlah ampun kalian kepada tuhanmu,  sungguh ia maha pengampun  (QS . Nuh ayat 10)

2. Meneladani sifat Allah swt. al-Gaffār

Imam Algazali memaknai algoffar dengan zat yang menampakkan keindahan dan menutupi keburukan.  Diantara yang ditutupi oleh allah terhadap diri manusia adalah
a . Menutup bagian dalam manusia dan menampakkan bentuk tubuh yang Indah dan sempurna. 
b.  Menutup kehendak dan isi hati manusia yang buruk
c . Menutup dosa dan kesalahan manusia didunia

Ada beberapa cara bagaimana kita bisa meneladani sifat al-goffarnya allah, di antaranya sebagai berikut ;

a. Memaafkan kesalahan orang
b.  Menutupi aib dan kesalahan yang dimililiki orang lain
c . Menceritakan dan menampakkan kelebihan yang dimiliki orang lain. 

Silahkan baca juga makna sifat allah Ar-rozzaq di lonk berikut, https://materibelajar-id.blogspot.com/2020/07/b-arrozzak.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2. QS. Luqmān [31]: 13 – 17

2. QS. Luqmān [31]: 13 – 17 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَاِ ذْ قَا لَ لُقْمٰنُ لِا بْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِا للّٰهِ ۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَـظُلْمٌ عَظِيْمٌ " Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar." (QS. Luqman 31: Ayat 13) وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسٰنَ بِوَا لِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَا مَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَا لِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ " Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu ." (QS. Luqman 31: Ayat 14) وَاِ نْ جَاهَدٰكَ عَلٰۤى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ...

Bab II Menghadapi Cobaan Dengan Senyuman

1. Q.S. al-Baqarah [2]: 155 - 157 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ۙ "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar," الَّذِيْنَ اِذَاۤ اَصَا بَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَا لُوْۤا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِ نَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ ۗ  "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)." اُولٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ "Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155-157) Ujian yang disebutkan pertama di ayat ini b...

HADIST TENTANG HIDUP BERKAH DENGAN MENGHORMATI DAN MEMATUHI ORANG TUA DAN GURU

3. Hadis a. Riwayat Muslim Dari Abū Hurairah dari Nabi Muhammad Saw., beliau: “Dia celaka! Dia celaka! Dia  celaka!” lalu beliau ditanya; “Siapakah yang celaka, ya Rasūlullāh ?” Jawab Nabi : “Ba rang siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu  dari keduanya (namun ia tidak berbakti kepadanya dengan sebaik-baiknya), maka dia  tidak akan masuk surga.” (HR. Muslim). b. Riwayat al-Bukhārī dan Muslim Aku mendengar ‘Abdullāh bin ‘Amr Ra. berkata: “Seorang laki-laki datang kepada  Nabi, lalu meminta izin untuk ikut berjihad. Maka beliau bertanya: “Apakah kedua  orang tuamu masih hidup?” Laki-laki itu menjawab: “Iya”. Maka beliau berkata: “Ke pada keduanyalah kamu berjihad (berbakti)” (HR. al-Bukhārı̄ dan Muslim). c. Penjelasan Hadis Hadis yang diriwayatkan oleh Muslim tersebut menjelaskan bahwa seseorang  akan celaka ketika tidak berbakti kepada kedua orang tua. Kata “Dia celaka” ( رغم انف)  diulang-ulang oleh Rasūlullāh seba...