Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Qurdist XII

Menghadapi ujian dengan senyuman

  2. QS.  Ali-imron ayat 186 Dalam menyikapai haidup ini,  harus disadari bahwa semua yang menimpa diri kita adalah bentuk ujian dari allah,  dalam ujian harta , allah bisa saja mendatangkan musibah melalui pencurian, perampokan dan sebagainya , bahkan dalam mengeluarkan zakat dan shodaqoh pun merupakan ujian dari allah untuk menguji sejauh mana kita dapat menunaikan dan melaksanakan perintahnya.  Dalam hal jiwa , allah memberikan ujian dalam bentuk sakit , cacat , bahkan meninggal dunia merupakan ujian yang datangnya dari allah dan semua itu hanya supaya allah menguji sejauh mana kesabaran yang kita punya . Tidak hanya dari harta dan jiwa bahkan allah uji keimanan hambanya dengan perantara orang-orang diluar islam dari kalangan yahudi, nasrani dan orang musyrik lainnya yang melecehkan dan menghina alquran , menghina keperibadian nabi dan nilai-nilai ajaran islam yang masih kita rasakan sampai saat ini.  Dalam menghadapi ujian-ujian tersebut hendaknya kita ...

Bab II Menghadapi Cobaan Dengan Senyuman

1. Q.S. al-Baqarah [2]: 155 - 157 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ۙ "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar," الَّذِيْنَ اِذَاۤ اَصَا بَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَا لُوْۤا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِ نَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ ۗ  "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)." اُولٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ "Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155-157) Ujian yang disebutkan pertama di ayat ini b...

Q.S. al-Mâ`ûn [107]: 1-7

A. Q.S. al-Mâ`ûn [107]: 1-7 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِا لدِّيْنِ ۗ  "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?" فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ ۙ  "Maka itulah orang yang menghardik anak yatim," وَ لَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَا مِ الْمِسْكِيْنِ ۗ  "dan tidak mendorong memberi makan orang miskin." فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ ۙ  "Maka celakalah orang yang sholat, [sambung ke ayat 5, yaitu orang yang lalai terhadap sholat]" الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَا تِهِمْ سَاهُوْنَ ۙ  "(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya," الَّذِيْنَ هُمْ يُرَآءُوْنَ ۙ  "yang berbuat riya'," وَيَمْنَعُوْنَ الْمَا عُوْنَ "dan enggan (memberikan) bantuan." (QS. Al-Ma'un 107: Ayat 1-7) B. Penjelasan Al-Ma`ûn menurut bahasa berasal dari kata `awn (عون) yang berarti bantuan dan pertolongan.  Pada dasarnya Q.S. al-Mâ`ûn ini menganjurkan umat Islam untuk  gemar memberi santunan dan bantua...

QS. Al-Baqarah 2: Ayat 177

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَا لْمَلٰٓئِکَةِ وَا لْكِتٰبِ وَا لنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰ تَى الْمَا لَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَا لْمَسٰكِيْنَ وَا بْنَ السَّبِيْلِ ۙ وَا لسَّآئِلِيْنَ وَفِى الرِّقَا بِ ۚ وَاَ قَا مَ الصَّلٰوةَ وَاٰ تَى الزَّکٰوةَ ۚ وَا لْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عٰهَدُوْا ۚ وَا لصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِ ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ "Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba saha...

3. QS. Al-Qasas 28: Ayat 79

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: Terjemahan " Maka keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar. "  (QS. Al-Qasas 28: Ayat 79) " Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata, Celakalah kamu! Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar ." (QS. Al-Qasas 28: Ayat 80) " Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam Bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri. " (QS. Al-Qasas 28: Ayat 81) " Dan orang-orang yang kemarin mengangan-angankan kedudukannya (Qarun) itu berkata, Aduhai, benarlah kiranya Alla...

1. Q.S. AL-FURQÂN [25]: 67

MARI MENGKAJI & MEMAHAMI Penjelasan Secara umum Al-infaq atau nafaqoh memiliki makna mempergunakan atau membelanjakan harta . Baik kepada hal-hal yang positif ataupun negatif.  Adapun kata isrof berarti mempergunakan atau membelanjakan harta secara berlebihan atau secara tidak wajar dan melampaui batas.  Dan tidak hanya dibatasi dengan harta akan tetapi isrof juga masuk dalam kategori perbuatan seperti berlebihan dalam berpakaian,  makan dan minum . Sementara kata Al-iqtaar memiliki makna menahan diri dari kewajiban memberi nafkah kepada yang berhak menerimanya . Ayat diatas secara tekstual menuntun kita untuk berlaku bijak dan wajar dalam kehidupan sehari-hari , tidak boros , tidak juga pelit akan tetapi beramal sesuai dengan tuntunan yang menjadikan kita tidak tergoling boros dan pelit . Maka sebaik-baik amal adalah yang pertengahan sebagaimana ungkapan yang mashur kita dengar  (خير الأمور اوساطها)   Kata qowaama pada ayat tersebut memiliki makna berd...

2. QS. Al-Isra' 29-30

Dan janganlah kamu menjadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan pula kamu menguburkannya dengan sangat sehingga menjadikanmu duduk dalam ketercelaan dan penyesalan,  sesungguhnya tuhanmu melapangkan Rizki kepada siapa saja yang ia kehendaki dan menyempitkannya , sesungguhnya allah maha mengetahui lagi melihat hamba-hambanya.  Penjelasan Allah swt menggunakan kalimat " janganlah kamu menjadikan tanganmu terbelenggu ke lehermu" adalah merupakan bahasa kiasan bagi orang yang berlaku kikir,  mereka mengikat tangan mereka ke leher mereka semata-mata karena tidak mau mengulurkan tangannya untu berinfaq.  Begitu juga allah menggunakan bahasa kiasan pada kalimat  " janganlah kamu mengulurkan tanganmu dengan sangat" untuk menunjukkan sikap orang yang berlaku boros . Sikap kikir akan menjadikan orang tersebut tercela dan sifat boros akan menjadikan orang tersebut menyesal karena telah menghabiskan harta yang allah titipkan pada hal-hal yang tidak perlu .. ...