Langsung ke konten utama

Bab II aliran-aliran Ilmu Kalam Dan tokoh-tokoh nya

 A. Aliran Khawarij

Aliran ini jika di tinjauan dari segi bahasa maka yang dimaksud dengan kaum khawarij adalah mereka yang keluar. Maksudnya adalah mereka yang keluar dari golongan ali bin abi tholib .

Mereka mengkafirkan ali dan pengikutnya yang hanya di sebabkan adanya arbitrase(tahkim) 

 Tahkim ini terjadi ketika perang siffin pada tahun 37 hijriah atau 657 masehi yang dipimpin muawiah berperang melawan pasukan ali, yang keputusannya dinilai merugikan kelompok ali.

Kelompok ini meyakini bahwa semua keputusan harus berdasarkan kepada kekuasaan tuhan( laa hukma illa lillah )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2. QS. Luqmān [31]: 13 – 17

2. QS. Luqmān [31]: 13 – 17 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَاِ ذْ قَا لَ لُقْمٰنُ لِا بْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِا للّٰهِ ۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَـظُلْمٌ عَظِيْمٌ " Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar." (QS. Luqman 31: Ayat 13) وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسٰنَ بِوَا لِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَا مَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَا لِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ " Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu ." (QS. Luqman 31: Ayat 14) وَاِ نْ جَاهَدٰكَ عَلٰۤى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ...

Bab II Menghadapi Cobaan Dengan Senyuman

1. Q.S. al-Baqarah [2]: 155 - 157 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ۙ "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar," الَّذِيْنَ اِذَاۤ اَصَا بَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَا لُوْۤا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِ نَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ ۗ  "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)." اُولٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ "Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155-157) Ujian yang disebutkan pertama di ayat ini b...

HADIST TENTANG HIDUP BERKAH DENGAN MENGHORMATI DAN MEMATUHI ORANG TUA DAN GURU

3. Hadis a. Riwayat Muslim Dari Abū Hurairah dari Nabi Muhammad Saw., beliau: “Dia celaka! Dia celaka! Dia  celaka!” lalu beliau ditanya; “Siapakah yang celaka, ya Rasūlullāh ?” Jawab Nabi : “Ba rang siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu  dari keduanya (namun ia tidak berbakti kepadanya dengan sebaik-baiknya), maka dia  tidak akan masuk surga.” (HR. Muslim). b. Riwayat al-Bukhārī dan Muslim Aku mendengar ‘Abdullāh bin ‘Amr Ra. berkata: “Seorang laki-laki datang kepada  Nabi, lalu meminta izin untuk ikut berjihad. Maka beliau bertanya: “Apakah kedua  orang tuamu masih hidup?” Laki-laki itu menjawab: “Iya”. Maka beliau berkata: “Ke pada keduanyalah kamu berjihad (berbakti)” (HR. al-Bukhārı̄ dan Muslim). c. Penjelasan Hadis Hadis yang diriwayatkan oleh Muslim tersebut menjelaskan bahwa seseorang  akan celaka ketika tidak berbakti kepada kedua orang tua. Kata “Dia celaka” ( رغم انف)  diulang-ulang oleh Rasūlullāh seba...