Langsung ke konten utama

2. QS. Al-Isra' 29-30





Dan janganlah kamu menjadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan pula kamu menguburkannya dengan sangat sehingga menjadikanmu duduk dalam ketercelaan dan penyesalan,  sesungguhnya tuhanmu melapangkan Rizki kepada siapa saja yang ia kehendaki dan menyempitkannya , sesungguhnya allah maha mengetahui lagi melihat hamba-hambanya. 

Penjelasan
Allah swt menggunakan kalimat " janganlah kamu menjadikan tanganmu terbelenggu ke lehermu" adalah merupakan bahasa kiasan bagi orang yang berlaku kikir,  mereka mengikat tangan mereka ke leher mereka semata-mata karena tidak mau mengulurkan tangannya untu berinfaq. 

Begitu juga allah menggunakan bahasa kiasan pada kalimat  " janganlah kamu mengulurkan tanganmu dengan sangat" untuk menunjukkan sikap orang yang berlaku boros .

Sikap kikir akan menjadikan orang tersebut tercela dan sifat boros akan menjadikan orang tersebut menyesal karena telah menghabiskan harta yang allah titipkan pada hal-hal yang tidak perlu .. 

Itulah sebabnya mengapa allah mengakhiri ayat ini dengan ungkapan فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَّحْسُورًا 

Pada ayat berikutnya allah menjelaskan kekuasaannya untuk memberikan kepada siapa saja yang ia kehendaki dan menahannya. Dan maha mengetahui pula bagaimana seorang hamba mempergunakan harta yang ia titipkan kepadanya,  apakah seorang hamba itu mampu mempergunakan hartanya dengan baik atau tidak .

Dalam islam allah memerintahkan untuk menerapkan sikap kewajaran tidak hanya dalam membelanjakan harta, tetapi dalam semua aktifitas kehidupan allah memberikan tuntunan untuk selalu bersikap wajar dan tidak berlebihan sebagaimana rasululloh SAW. Bersabda:
كل واشرب والبس وتصدق في غير سرف و لامخيلة
Artinya: “Makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah dengan tidak melampaui batas dan tidak menyombongkan diri”

Begitu juga dalam berwudhu  hendaknya tidak berlaku wajar dan tidak berlebihan  rasulullah saw bersabda:

ان رسول الله صلى الله عليه وسلم مر بسعد وهو يتوضأ فقال: ما هذالسرف فقال أفي الوضوء اسراف  قال نعم ولو كنت في نهر جار 
(رواه ابن ماجه) 
Artinya: bahwasanya rasulullah saw melewati saad yang sedang berwudhu( menggunakan gayung ), beliau bersabda ; mengapa isrof (boros) seperti ini? Maka saad bertanya ; apakah di dalam berwidu pun ada isrof? Beliau menjawab ;ya , walaupun kamu berada di yepi sungai yang mengalir (deras). 
(HR . Ibnu majah )



Wallu a'lam bishowab ..

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

2. QS. Luqmān [31]: 13 – 17

2. QS. Luqmān [31]: 13 – 17 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَاِ ذْ قَا لَ لُقْمٰنُ لِا بْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِا للّٰهِ ۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَـظُلْمٌ عَظِيْمٌ " Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar." (QS. Luqman 31: Ayat 13) وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسٰنَ بِوَا لِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَا مَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَا لِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ " Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu ." (QS. Luqman 31: Ayat 14) وَاِ نْ جَاهَدٰكَ عَلٰۤى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ...

Bab II Menghadapi Cobaan Dengan Senyuman

1. Q.S. al-Baqarah [2]: 155 - 157 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ۙ "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar," الَّذِيْنَ اِذَاۤ اَصَا بَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَا لُوْۤا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِ نَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ ۗ  "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)." اُولٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ "Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155-157) Ujian yang disebutkan pertama di ayat ini b...

Q.S. al-Mâ`ûn [107]: 1-7

A. Q.S. al-Mâ`ûn [107]: 1-7 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِا لدِّيْنِ ۗ  "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?" فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ ۙ  "Maka itulah orang yang menghardik anak yatim," وَ لَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَا مِ الْمِسْكِيْنِ ۗ  "dan tidak mendorong memberi makan orang miskin." فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ ۙ  "Maka celakalah orang yang sholat, [sambung ke ayat 5, yaitu orang yang lalai terhadap sholat]" الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَا تِهِمْ سَاهُوْنَ ۙ  "(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya," الَّذِيْنَ هُمْ يُرَآءُوْنَ ۙ  "yang berbuat riya'," وَيَمْنَعُوْنَ الْمَا عُوْنَ "dan enggan (memberikan) bantuan." (QS. Al-Ma'un 107: Ayat 1-7) B. Penjelasan Al-Ma`ûn menurut bahasa berasal dari kata `awn (عون) yang berarti bantuan dan pertolongan.  Pada dasarnya Q.S. al-Mâ`ûn ini menganjurkan umat Islam untuk  gemar memberi santunan dan bantua...