Dan janganlah kamu menjadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan pula kamu menguburkannya dengan sangat sehingga menjadikanmu duduk dalam ketercelaan dan penyesalan, sesungguhnya tuhanmu melapangkan Rizki kepada siapa saja yang ia kehendaki dan menyempitkannya , sesungguhnya allah maha mengetahui lagi melihat hamba-hambanya.
Penjelasan
Allah swt menggunakan kalimat " janganlah kamu menjadikan tanganmu terbelenggu ke lehermu" adalah merupakan bahasa kiasan bagi orang yang berlaku kikir, mereka mengikat tangan mereka ke leher mereka semata-mata karena tidak mau mengulurkan tangannya untu berinfaq.
Begitu juga allah menggunakan bahasa kiasan pada kalimat " janganlah kamu mengulurkan tanganmu dengan sangat" untuk menunjukkan sikap orang yang berlaku boros .
Sikap kikir akan menjadikan orang tersebut tercela dan sifat boros akan menjadikan orang tersebut menyesal karena telah menghabiskan harta yang allah titipkan pada hal-hal yang tidak perlu ..
Itulah sebabnya mengapa allah mengakhiri ayat ini dengan ungkapan فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَّحْسُورًا
Pada ayat berikutnya allah menjelaskan kekuasaannya untuk memberikan kepada siapa saja yang ia kehendaki dan menahannya. Dan maha mengetahui pula bagaimana seorang hamba mempergunakan harta yang ia titipkan kepadanya, apakah seorang hamba itu mampu mempergunakan hartanya dengan baik atau tidak .
Dalam islam allah memerintahkan untuk menerapkan sikap kewajaran tidak hanya dalam membelanjakan harta, tetapi dalam semua aktifitas kehidupan allah memberikan tuntunan untuk selalu bersikap wajar dan tidak berlebihan sebagaimana rasululloh SAW. Bersabda:
كل واشرب والبس وتصدق في غير سرف و لامخيلة
Artinya: “Makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah dengan tidak melampaui batas dan tidak menyombongkan diri”
Begitu juga dalam berwudhu hendaknya tidak berlaku wajar dan tidak berlebihan rasulullah saw bersabda:
ان رسول الله صلى الله عليه وسلم مر بسعد وهو يتوضأ فقال: ما هذالسرف فقال أفي الوضوء اسراف قال نعم ولو كنت في نهر جار
(رواه ابن ماجه)
Artinya: bahwasanya rasulullah saw melewati saad yang sedang berwudhu( menggunakan gayung ), beliau bersabda ; mengapa isrof (boros) seperti ini? Maka saad bertanya ; apakah di dalam berwidu pun ada isrof? Beliau menjawab ;ya , walaupun kamu berada di yepi sungai yang mengalir (deras).
(HR . Ibnu majah )
Wallu a'lam bishowab ..


hadir
BalasHapushadir
BalasHapushadir
BalasHapus